Jumat, 30 Maret 2012

Investasi Pohon GAHARU

BUDIDAYA GAHARU SANGAT MENJANJIKAN
Masih banyak masyarakat di daerah yang belum tahu prospek bisnis berkebun pohon gaharu. Jika mendengar harga gaharu dengan kualitas king, telinga kita akan terperanjat. Perkilonya bisa mencapai Rp 50 juta. Syaratnya, petani harus rajin merawat dan menjaga pertumbuhan pohon gaharu tersebut. Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), sudah ada sekitar 28.000 bibit yang sudah ditanam. Ada di Desa Layuh dan Karatau Mandala Kecamatan Batu Benawa, Desa Kambat Kecamatan Pandawan, dan Desa Haur Gading Kecamatan Batang Alai Utara (BAU). Bibit yang sudah ditanam tersebut ada yang sudah berusia lima tahun. Salah satu pembudi daya, M Yani, saat ditemui menceritakan, sejak tahun 2002 dia sudah mulai tertarik dengan usaha budi daya gaharu ini. Sebagai masyarakat pencinta hutan, dia punya komitmen untuk memberdayakan masyarakat petani di daerah. “Saya punya harapan, petani kita memiliki masa depan yang baik. “Ya salah satunya mengembangkan budi daya gaharu ini,â€Â tandasnya. Selain itu, pihaknya akan memberikan bantuan berupa bibit, penyuntikan, dan pemasaran. Sedangkan system pembagian hasil, petani kebagian 40 % dan pihaknya 60%. “Petani cukup menyediakan lahan dan bisa merawat pohon gaharu tersebut agar bisa tumbuh subur,â€Â tandasnya. Sementara itu, Peneliti Gaharu dari Litbang Kehutanan Departemen Kehutanan RI, dr Erdy Santoso mengatakan, gaharu memiliki harga ekonomis yang tinggi serta dapat tumbuh di kawasan hutan tropis. Pengembangan pohon gaharu saat ini belum terlalu banyak dikenal. Hanya orang tertentu yang sudah mengembangkan dan menanam pohon ini. Padahal, keuntungan dari bisnis pohon gaharu dapat mengubah tingkat kesejahteraan warga hanya dalam waktu beberapa tahun. Selain dapat tumbuh di kawasan hutan, katanay pohon gaharu juga dapat tumbuh di pekarangan warga. Sehingga warga memiliki banyak kesempatan untuk menanam pohon yang menghasilkan getah wangi ini. Banyaknya getah yang dihasilkan dari pohon gaharu tergantung dari masa tanam dan panen pohon tersebut. Misalnya untuk usia tanam selama 6 sampai 8 tahun, setiap batang pohon mampu menghasilkan sekitar 2 kilogram getah gaharu,â€Â sebutnya. Sementara harga getah gaharu mencapai Rp 5-20 juta per kilogram. Harga itu tergantung dari jenis dan kualitas getah gaharu. Untuk getah gaharu yang memiliki kualitas rendah dan berwarna kuning laku dijual Rp5 juta per Kg, sedangkan untuk getah pohon gaharu yang berwarga hitam atau dengan kualitas baik laku dijual Rp15-20 juta/kg.
 
Analisa biaya dan keuntungan dari budidaya pohon penghasil gaharu, pada luasan tanah 240 m2 , jangka waktu 10 tahun. Dengan jarak tanam 3m X 3m luas tanah 240 m2 (asumsi 12 m X 20 m) cukup ideal ditanami gaharu sebanyak
25 batang. Berikut ini adalah perincian biaya dan keuntungan dari
budidaya pohon penghasil gaharu:


1. BIAYA
Biaya sendiri kita bedakan menjadi 3 yaitu: 
biaya tahap 1 (pengadaan bibit,penanaman dan perawatan di tahun pertama),
biaya tahap 2 (perawatan tanaman pada tahun ke-2 sampai tahun ke-7), 
biaya tahap 3 (inokulasi dan perawatan pasca inokulasi tahun ke-8 sampai tahun ke-10).


a. Biaya tahap 1 :
- pembelian bibit 25 btng @ Rp.15.000 = Rp. 375.000
- pupuk kandang 100 kg @ Rp.500 = Rp. 50.000
- pestisida (furadan,stiko,dll ) = Rp. 50.000
- tenaga penanaman = Rp. 200.000
- tenaga perawatan = Rp. 200.000
JUMLAH = Rp. 875.000,-


b. Biaya tahap 2 :
- pupuk kandang = Rp. 300.000
- pupuk pabrik = Rp. 300.000
- pestisida = Rp. 200.000
- tenaga perawatan = Rp. 500.000
- Biaya oprasional = Rp. 1.000.000
JUMLAH = Rp. 2.300.000


c. Biaya tahap 3:
- pembelian fusarium sp 25 botol @Rp.350.000 = Rp.4.375.000,- ( Subsidi 50% dari Perusahaan)
- tenaga inokulan = Rp. 2.500.000
- tenaga perawatan = Rp. 500.000 
- tenaga panen = Rp. 2.500.000
- lilin inokulan = Rp.100.000
JUMLAH = Rp.9.975.000,-


Jumlah a+b+c = Rp.13.150.000,-


2. PENERIMAAN
Dengan asumsi bahwa tingkat keberhasilan inokulasi adalah 80 %, dari 25 batang
tanaman cuma menghasilkan 20 batang pohon saja yang bisa dipanen. 
Satu batang, pohon gaharu dengan masa inokulasi 3 tahun menghasilkan rata-rata 2 kg gubal, 5 kg
kemedangan, dan 10 kg abu. 
Sehingga total yang dihasilkan dari 20 batang adalah 40 kg gubal, 100 kg kemedangan, dan 200 kg abu.


A. GUBAL 40 KG @ RP.5.000.000,- = RP. 200.000.000
B. KEMEDANGAN 100 KG @ RP.1.000.000 = RP. 100.000.000
C. ABU 200 KG @ RP.200.000 = RP. 40.000.000
JUMLAH = RP.340.000.000,-
Jumlah penerimaan diatas kami ambil dari data harga jual gaharu yang paling rendah,sedangkan gubal kualitas super harga bisa mencapai Rp.25.000.000/Kg


3. KEUNTUNGAN
PENERIMAAN – BIAYA = RP. 340.000.000- – RP. 13.150.000- = RP. 326.850.000
jadi di rata rata perpohon = Rp.326.850.000 : 25 = Rp.13.074.000,-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar